Keberanian sejati adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

22 Februari 2026

Kisah Dajjal dalam Hadis Jassasah

 

Dajjal laknatullah adalah salah satu fitnah terbesar yang akan muncul menjelang hari kiamat. Rasulullah telah memperingatkan umatnya tentang bahaya Dajjal melalui banyak hadis, dan salah satu yang paling panjang serta detail adalah Hadis Jassasah, sebagaimana diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya. Hadis ini diriwayatkan oleh Fatimah binti Qais radhiyallahu ‘anha, dan disampaikan langsung oleh Rasulullah kepada para sahabatnya di masjid.

Kisah ini bermula ketika Amir bin Syarahil Asy-Sya’bi meminta Fatimah binti Qais untuk menceritakan sebuah hadis yang benar–benar ia dengar langsung dari Rasulullah, tanpa perantara siapa pun. Fatimah pun menyetujuinya dan mulai mengisahkan sebuah peristiwa yang sangat menggetarkan hati.

Pada suatu hari, Fatimah mendengar seruan khusus dari penyeru Rasulullah, “Ash-shalatu jami’ah!”. Ia pun segera menuju masjid dan shalat bersama Rasulullah, berada di shaf perempuan tepat di belakang shaf laki-laki.

Setelah shalat selesai, Rasulullah naik ke mimbar. Beliau tersenyum, lalu meminta seluruh jamaah tetap berada di tempat masing-masing. Kemudian beliau bertanya, “Apakah kalian tahu mengapa aku mengumpulkan kalian?”

Para sahabat menjawab dengan penuh adab, “Allah dan Rasul-Nya lebih mengetahui.”

Rasulullah lalu menjelaskan bahwa beliau tidak mengumpulkan mereka untuk memberi kabar gembira atau menakut-nakuti, melainkan untuk menyampaikan sebuah kisah penting yang dibawa oleh Tamim Ad-Dari—seorang mantan Nasrani yang telah masuk Islam dan berbaiat kepada Rasulullah.

Tamim menceritakan pengalamannya saat berlayar bersama 30 orang dari kabilah Lakhm dan Judzam. Kapal mereka dihantam badai besar hingga terombang-ambing di tengah laut selama sebulan penuh, sampai akhirnya terdampar di sebuah pulau terpencil.

Saat menjelajahi pulau itu, mereka bertemu dengan makhluk aneh: seekor binatang berbulu sangat lebat hingga sulit dibedakan bagian depan dan belakangnya. Ketika ditanya siapa dirinya, makhluk itu menjawab, “Aku adalah Al-Jassasah.”

Makhluk tersebut kemudian menyuruh mereka menemui seorang lelaki yang berada di sebuah bangunan ibadah di pulau itu, seraya mengatakan bahwa lelaki itu sangat menantikan kabar dari manusia. Dengan perasaan takut—khawatir makhluk itu adalah setan—Tamim dan rombongannya segera menuju tempat yang dimaksud.

Di dalam bangunan itu, mereka mendapati seorang lelaki bertubuh sangat besar, terikat kuat dengan rantai besi, kedua tangan terikat ke leher, dan kakinya dibelenggu. Sosok itu kemudian mengajukan berbagai pertanyaan kepada mereka.

Ia bertanya tentang pohon kurma di Baisan, apakah masih berbuah. Mereka menjawab, “Masih.”
Ia berkata, “Hampir tiba masanya pohon–pohon itu tidak lagi berbuah.”

Ia juga bertanya tentang Danau Thabariyah, apakah airnya masih banyak. Mereka menjawab, “Masih.”
Ia berkata, “Hampir tiba masanya airnya mengering.”

Kemudian ia bertanya tentang mata air Zughar, apakah masih dimanfaatkan penduduk untuk bertani. Mereka menjawab kembali, “Masih.”

Ia berkata, “Hampir tiba masanya mata air itu pun akan habis.”

Lelaki itu lalu bertanya tentang Nabi yang ummi (Nabi Muhammad), apakah beliau telah muncul dan bagaimana sikap orang-orang Arab terhadapnya. Ketika Tamim menjelaskan bahwa Nabi telah menang dan banyak orang Arab taat kepadanya, lelaki itu berkata, “Itu baik bagi mereka.”

Akhirnya, lelaki itu mengungkap jati dirinya, “Ketahuilah, aku adalah Al-Masih Dajjal. Sebentar lagi aku akan diizinkan keluar. Aku akan menjelajahi seluruh bumi selama 40 hari, dan tidak ada satu negeri pun yang luput dariku—kecuali Makkah dan Madinah. Kedua kota itu diharamkan bagiku. Setiap kali aku hendak memasukinya, para malaikat akan menghalangiku dengan pedang terhunus.”

Mendengar kisah ini, Rasulullah menegaskan kebenarannya. Beliau bahkan menusukkan tongkatnya ke mimbar sambil bersabda, “Inilah Thaibah, inilah Thaibah, inilah Thaibah!”—yakni Madinah.

Beliau menutup kisah itu dengan penegasan bahwa cerita Tamim sesuai dengan apa yang telah beliau sampaikan sebelumnya tentang Dajjal, serta tentang keistimewaan Makkah dan Madinah. Rasulullah juga menegaskan bahwa kemunculan Dajjal akan datang dari arah timur, sambil berulang kali mengisyaratkan tangannya ke arah tersebut.

Hadis Jassasah ini diriwayatkan oleh Imam Muslim dalam Shahih-nya, dan menjadi salah satu hadis paling kuat serta detail dalam menjelaskan fitnah besar Dajjal sebagai bagian dari tanda-tanda akhir zaman.

CATATAN KAKI

Pohon Kurma di Baisan (Beit She’an)

·  Wilayah Baisan (dalam sumber sejarah Palestina) kini dikenal sebagai Beit She’an di Israel.

·  Dulu terkenal sebagai daerah subur dengan perkebunan kurma yang melimpah, terutama di sepanjang Lembah Yordan Utara.

·  Kondisi kini: pohon kurma di sana masih ada dan masih berbuah, tetapi produksinya menurun. Penurunan ini disebabkan oleh serangan hama kumbang batang kurma (Red Palm Weevil) sejak sekitar tahun 2015, sehingga banyak pohon kurma yang mati atau tidak produktif.

·  Sebagian lahan juga telah dialihfungsikan menjadi situs pariwisata dan kawasan non-pertanian, sehingga sektor kelapa kurma bukan lagi fokus utama.

Singkatnya: Pohon kurma masih ada, tetapi produksinya berkurang drastis dibanding masa lalu.

Danau Thabariyah (Sea of Galilee / Danau Tiberias)

Danau Thabariyah (Sea of Galilee / Danau Tiberias)Danau Thabariyah — dikenal juga sebagai Sea of Galilee, Danau Galilea, Danau Genesaret, Danau Kineret — adalah danau air tawar terbesar di wilayah itu, terletak di Israel.

·  Secara ilmiah dan nyata, tingkat air danau ini mengalami fluktuasi akibat musim, curah hujan, dan penggunaan air manusia. Selama beberapa tahun terakhir, permukaan air turun cukup signifikan karena kekeringan dan kebutuhan air yang tinggi.

·  Pemerintah Israel bahkan mengupayakan cara untuk menaikkan kembali permukaan air (misalnya dengan pasokan air laut yang didesalinasi) karena danau ini penting sebagai sumber air tawar.

Singkatnya: Danau Tiberias masih memiliki air, tetapi mengalami penurunan volume air secara periodik yang berkaitan dengan faktor lingkungan dan penggunaan air manusia.

Mata Air Zughar

·  Sumber yang disebut mata air Zughar tidak masuk dalam peta modern dengan nama yang sama, sehingga lokasi pastinya tidak jelas secara geografis dalam sumber resmi modern.

·  Beberapa sumber populer menyebutnya sebagai sebuah mata air di wilayah dekat Laut Mati atau selatan Danau Tiberias, yang dulunya menjadi sumber pengairan penting bagi masyarakat di sekitarnya.

·  Kondisi yang sering dikutip: mata air ini dilaporkan semakin menyusut karena kondisi iklim dan sumber air tanah yang berkurang di wilayah itu, serta berkurangnya debit air dari sumber alam di sekitar Laut Mati dan lembah tersebut.

Singkatnya: Secara nama dan rincian lokasi yang pasti, mata air Zughar tidak jelas dalam dokumentasi geografis modern. Namun menurut beberapa laporan populer, sumber air di wilayah yang diidentifikasi sebagai Zughar juga menunjukkan penyusutan debit air dan keterbatasan untuk irigasi.