Keberanian Sejati

adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

03 November 2025

Bangunlah! dengan Izin Allah

 

“Kisah Israiliyat”

 

Pada zaman Nabi Isa, ada seorang laki-laki dari Bani Israil bernama Ishaq. Ia menikahi sepupunya yang sangat cantik, dan sangat mencintainya. Namun, setelah beberapa waktu menikah, istrinya meninggal dunia. Ishaq sangat terpukul. Ia terus-menerus berada di dekat makam istrinya karena tidak sanggup menahan rasa kehilangan.

Suatu hari, Nabi Isa melewati area pemakaman dan melihat Ishaq menangis di samping makam. Nabi Isa bertanya, “Mengapa kamu menangis, Ishaq?”

Ishaq menjawab, “Wahai Nabi Allah, ini makam istriku tercinta. Kepergiannya membuatku sangat sedih dan kehilangan semangat hidup.”

Nabi Isa pun berkata, “Apakah kamu ingin jika aku, dengan izin Allah, menghidupkannya kembali?”

Ishaq langsung menjawab, “Tentu! Aku sangat menginginkannya.”

Lalu, Nabi Isa berdiri di dekat salah satu makam dan berkata, “Dengan izin Allah, bangunlah wahai penghuni kubur ini!”

Tanah makam itu terbelah, dan keluarlah seseorang yang kulitnya hitam legam, dengan api menyembur dari hidung, mata, dan pori-pori wajahnya. Orang itu berkata, “Tiada Tuhan selain Allah, dan Isa adalah utusan Allah.”

Melihat hal itu, Ishaq langsung berkata, “Wahai Nabi Allah, itu bukan istriku. Makam istriku ada di sana,” sambil menunjuk ke arah lain.

Nabi Isa berkata kepada orang yang baru bangkit itu, “Kembalilah ke tempatmu semula.” Maka orang itu pun kembali menjadi mayat dan dikuburkan lagi.

Nabi Isa kemudian berdiri di atas makam yang ditunjuk Ishaq, lalu berkata, “Dengan izin Allah, bangunlah wahai penghuni makam ini!”

Tak lama, keluarlah seorang perempuan yang menyapu debu dari wajahnya dan berdiri di hadapan mereka.

“Apakah ini istrimu?” tanya Nabi Isa.

“Ya, benar wahai Nabi Allah,” jawab Ishaq dengan gembira.

“Genggam tangannya, dan pergilah.”

Ishaq pun menggandeng tangan istrinya dan pergi. Setelah berjalan cukup jauh, Ishaq merasa sangat lelah karena selama ini selalu begadang di makam istrinya. Ia berkata, “Istriku, aku sangat mengantuk. Aku ingin beristirahat sejenak.”

Ishaq pun merebahkan kepalanya di pangkuan istrinya dan tertidur lelap.

Tak lama kemudian, seorang pemuda tampan anak seorang raja lewat di dekat mereka. Istri Ishaq melihat pemuda itu, dan langsung jatuh hati. Ia berdiri dan menghampirinya. Si pemuda juga tertarik padanya. Tanpa banyak bicara, wanita itu berkata, “Bawalah aku bersamamu.” Maka pemuda itu mengangkatnya ke atas kuda, dan mereka pun pergi bersama.

Saat Ishaq terbangun, ia mendapati istrinya telah pergi. Ia melihat jejak kuda dan mengikutinya. Akhirnya, ia menemukan istrinya sedang bersama pemuda itu.

“Serahkan istriku!” kata Ishaq.

Namun sang istri berkata, “Aku bukan istrimu. Aku adalah budak milik anak raja ini.”

“Aku suamimu sekaligus sepupumu!” tegas Ishaq.

“Aku tak mengenalmu. Aku budaknya,” balas wanita itu.

Anak raja pun berkata, “Pergilah! Jangan ganggu budakku.”

Ishaq bersumpah, “Demi Allah! Dia adalah istriku. Nabi Isa telah menghidupkannya kembali dari kematian dengan izin Allah.”

Di tengah perdebatan, Nabi Isa datang. Ishaq segera memanggilnya dan berkata, “Wahai Nabi Allah, bukankah ini istriku yang Engkau hidupkan kembali dengan izin Allah?”

“Benar, dia adalah istrimu,” jawab Nabi Isa.

Namun, sang istri membantah, “Tidak! Dia berbohong. Aku ini budak milik anak raja ini.”

Anak raja juga membenarkan ucapan wanita itu.

Nabi Isa lalu bertanya pada wanita itu, “Bukankah kamu yang aku hidupkan kembali dengan izin Allah?”

Wanita itu menjawab, “Tidak, demi Allah, wahai Nabi Allah.”

Mendengar itu, Nabi Isa berkata, “Kembalikanlah padaku apa yang telah aku beri.”

Seketika itu juga, wanita itu jatuh dan meninggal kembali.

Kemudian Nabi Isa berkata,

“Barang siapa ingin tahu seperti apa orang yang mati dalam keadaan kafir, lalu Allah hidupkan kembali dan ia mati dalam keadaan beriman—lihatlah laki-laki yang kulitnya menghitam tadi.
Dan barang siapa ingin tahu orang yang mati dalam keadaan beriman, lalu Allah hidupkan kembali dan ia mati dalam keadaan kafir—lihatlah wanita ini.”