Keberanian sejati adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

24 Juli 2026

Saat Abu Hurairah Diperdaya Setan, Rasulullah Hanya Tersenyum

 

Di antara ribuan sahabat Rasulullah, hanya sedikit nama yang begitu akrab di telinga umat Islam. Salah satunya adalah Abu Hurairah, sahabat yang meriwayatkan hadis lebih banyak daripada sahabat lainnya. Mayoritas ulama hadis menempatkan Abu Hurairah sebagai periwayat terpercaya, bahkan Imam asy-Syafi'i berkata, “Abu Hurairah adalah orang yang paling hafal di antara para periwayat hadis pada masanya.”

Namun di balik reputasinya, tidak banyak yang mengetahui bahwa sahabat yang terkenal karena hafalannya ini pernah mengalami peristiwa yang sangat unik—bahkan melibatkan setan secara langsung. Terdapat sebuah kisah menarik ketika Rasulullah mempercayainya untuk menjaga gudang penyimpanan zakat kaum Muslimin.

Malam telah larut di Madinah. Jalan-jalan mulai lengang dan hanya sesekali terdengar langkah orang yang masih beraktivitas. Di sebuah gudang tempat penyimpanan hasil zakat, Abu Hurairah berjaga seorang diri. Di tengah kesunyian malam, ia melihat seorang laki-laki bergerak perlahan memasuki gudang dengan langkah yang mengendap-endap. Tanpa membuang waktu, Abu Hurairah segera menyergap dan menangkapnya. Lelaki itu tidak sempat melarikan diri.

Abu Hurairah meyakini bahwa laki-laki itu akan mencuri, maka segera ditangkap, dan akan dibawa menghadap kepada Rasulullah.

Dalam sebuah riwayat, laki-laki itu berkata, "Jangan serahkan aku kepada Muhammad. Aku memiliki keluarga yang kelaparan. Demi Allah, aku tidak akan mengulanginya lagi." pinta lelaki itu dengan suara penuh harap.

Abu Hurairah luluh, hatinya merasa kasihan, kemudian melepaskannya dengan syarat tidak akan mengulangi perbuatannya lagi.

Keesokan harinya, peristiwa semalam dicerikannya kepada Rasulullah. Sambil tersenyum, Rasulullah mengatakan bahwa pencuri itu pasti akan kembali.

Malam berikutnya lelaki itu kembali tertangkap. Sekali lagi ia memohon belas kasihan, dan sekali lagi Abu Hurairah luluh. Keesokan harinya Abu Hurairah kembali menceritakan kejadian itu. Rasulullah hanya tersenyum seraya mengatakan bahwa lelaki tersebut pasti akan datang lagi.

Keesokan malamnya pencuri tersebut tertangkap lagi. Kali ini Abu Hurairah bersikeras tidak akan melepaskannya. Ia teringat bahwa Rasulullah telah dua kali mengatakan lelaki itu pasti akan kembali. Ia tidak ingin untuk ketiga kalinya gagal menjalankan amanah Rasulullah.

Menyadari bahwa kali ini tidak mungkin dibebaskan, lelaki itu berkata, "Aku akan mengajarkan kepadamu sesuatu yang akan sangat bermanfaat. Jika engkau membaca Ayat Kursi sebelum tidur, Allah akan mengutus penjaga bagimu sehingga setan tidak akan mendekat hingga pagi."

Abu Hurairah sekali lagi melepaskan pencuri itu. Keesokan paginya Abu Hurairah kembali menceritakan semuanya kepada Rasulullah.

Rasulullah bersabda,

"Ia telah berkata benar kepadamu, padahal ia adalah pendusta. Tahukah engkau siapa yang berbicara kepadamu selama tiga malam itu? Dia adalah setan." (HR. al-Bukhari)

Sungguh menarik, bahkan setan sendiri mengakui keutamaan Ayat Kursi. Ia mengetahui bahwa siapa pun yang membacanya sebelum tidur akan berada dalam penjagaan Allah hingga pagi. Betapa agungnya firman Allah tersebut sehingga setan—musuh manusia yang paling nyata— sekalipun tidak dapat mengingkari kebenarannya.

Senyuman Rasulullah bukanlah tanda meremehkan peristiwa itu. Dengan pengetahuan yang Allah anugerahkan kepadanya, Rasulullah mengetahui bahwa makhluk yang ditemui Abu Hurairah bukanlah pencuri biasa. Karena itulah beliau berulang kali mengatakan bahwa lelaki tersebut pasti akan kembali. Senyuman itu mencerminkan ketenangan seorang nabi yang mengetahui hakikat di balik peristiwa yang belum dipahami sahabatnya.

Kisah ini mengajarkan bahwa kelembutan hati adalah sifat yang mulia, tetapi harus berjalan beriringan dengan kebijaksanaan. Tidak semua wajah yang tampak memelas menyimpan kejujuran. Namun, di balik tipu daya setan, Allah tetap menunjukkan jalan perlindungan bagi hamba-Nya melalui Ayat Kursi. Karena itu, sebelum memejamkan mata setiap malam, jangan lupa membaca Ayat Kursi sebagai ikhtiar memohon penjagaan kepada Allah Yang Mahakuasa.

Baca juga:

Mengenal Abu Hurairah Radhiyallahu ‘Anhu, Sahabat Periwayat Hadis Terbanyak