Dua Wajah Malaikat Maut
Nabi Ibrahim dikenal sebagai sosok nabi
yang sangat berhati-hati dan teliti. Dalam kehidupannya, beliau memiliki sebuah
ruangan khusus yang digunakan untuk beribadah kepada Allah.
Ruangan itu selalu dijaga dengan baik.
Setiap kali keluar dari kamar tersebut, Nabi Ibrahim selalu menguncinya rapat
dan membawa sendiri kunci pintunya. Tidak ada seorang pun yang bisa masuk tanpa
izin beliau.
Namun suatu hari, terjadi sesuatu yang
sangat mengejutkan. Suatu ketika, Nabi Ibrahim membuka pintu kamar ibadahnya
seperti biasa. Tetapi saat pintu terbuka, beliau terkejut. Di dalam kamar itu
sudah ada seorang laki-laki yang berdiri. Padahal pintu sebelumnya terkunci.
Dengan heran Nabi Ibrahim bertanya,
“Siapa yang mengizinkanmu masuk ke kamar ini?”
Orang itu menjawab dengan tenang,
“Pemilik rumah ini yang menyuruhku masuk.”
Nabi Ibrahim semakin bingung. “Bagaimana
mungkin? Akulah pemilik rumah ini.”
Laki-laki itu kemudian menjawab dengan
kalimat yang membuat Nabi Ibrahim terdiam,
“Pemilik langit dan bumi yang
memerintahkanku masuk.”
Mendengar jawaban itu, Nabi Ibrahim mulai
menyadari bahwa orang yang berdiri di hadapannya bukanlah manusia biasa.
Nabi Ibrahim lalu bertanya lagi, “Kalau
begitu, siapakah engkau sebenarnya?”
Orang itu menjawab, “Aku adalah Izrail.”
Izrail adalah malaikat yang diberi tugas
oleh Allah untuk mencabut nyawa setiap makhluk yang telah sampai ajalnya.
Mendengar itu, Nabi Ibrahim kemudian
memiliki sebuah permintaan. “Apakah engkau bersedia menunjukkan kepadaku
bagaimana wajahmu ketika mencabut nyawa seorang mukmin?”
Malaikat Izrail menjawab, “Palingkanlah
wajahmu sebentar.”
Nabi Ibrahim pun memalingkan wajahnya.
Setelah itu beliau diminta untuk melihat kembali.
Ketika menoleh, Nabi Ibrahim melihat
seorang pemuda yang sangat tampan. Wajahnya bersinar, pakaiannya indah, dan
tercium aroma yang sangat harum.
Melihat itu, Nabi Ibrahim berkata, “Jika
engkau datang dengan wajah seperti ini, tentu setiap orang mukmin akan merasa
bahagia ketika engkau menjemputnya.”
Kemudian Nabi Ibrahim bertanya lagi,
“Sekarang, maukah engkau memperlihatkan wajahmu ketika mencabut nyawa orang
kafir?”
Malaikat Izrail menjawab, “Aku khawatir
engkau tidak akan sanggup melihatnya.”
Namun Nabi Ibrahim tetap meminta, “Aku
akan mencoba menguatkan diriku.”
Akhirnya Malaikat Izrail berkata, “Kalau
begitu, palingkan wajahmu lagi.”
Setelah beberapa saat, Nabi Ibrahim
diminta untuk melihat kembali. Ketika Nabi Ibrahim menoleh, pemandangan yang
terlihat sangat mengerikan.
Malaikat Izrail menjelma menjadi sosok
yang sangat menakutkan. Wajahnya hitam legam. Pakaiannya hitam. Seluruh bulu
tubuhnya berdiri. Dari tubuhnya tercium bau yang sangat busuk. Bahkan dari
mulut dan hidungnya keluar api.
Melihat pemandangan yang begitu
mengerikan itu, Nabi Ibrahim tidak sanggup menahannya. Beliau langsung jatuh
pingsan.
Kisah yang diriwayatkan dari Ibnu Abbas
dan disebutkan oleh Imam Al-Ghazali dalam kitab Ihya Ulumuddin ini
memberikan gambaran penting bagi manusia.
Bagi orang yang beriman dan taat kepada
Allah, kematian bukanlah sesuatu yang menakutkan. Malaikat maut datang dengan
wajah yang indah dan menenangkan. Namun bagi orang yang ingkar kepada Allah,
kematian adalah saat yang sangat mengerikan.
Karena itu, setiap manusia seharusnya
mempersiapkan dirinya sebelum datangnya kematian. Bukan dengan harta, jabatan,
atau kekuasaan. Tetapi dengan iman, amal saleh, dan ketaatan kepada Allah.