Keberanian Sejati

adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

23 September 2025

Kejatuhan Konstantinopel Menyebabkan Kolonialisme dan Imperialisme di Nusantara?

 

Beredar pendapat atau teori yang mengatakan bahwa kejatuhan Konstantinopel pada tahun 1453 oleh Kesultanan Utsmaniyah yang menyebabkan terjadinya ekspansi besar–besaran bangsa Eropa ke wilayah timur, yang menyebabkan terjadinya kolonialisme dan imperialisme, termasuk di Nusantara.

 

Sekarang coba kita balik, jika konstantinopel masih tetap dikuasai oleh kekaisaran Romawi di Bizantium, kolonialisme, imperialisme, ekspansi besar–besaran bangsa Eropa di luar wilayah Eropa tidak akan terjadi?

 

KEJATUHAN KONSTANTINOPEL DAN DAMPAKNYA

Konstantinopel (sekarang Istanbul) adalah kota yang strategis, baik secara geopolitik maupun ekonomi. Setelah kejatuhannya, yang ditaklukkan oleh Kesultanan Utsmaniyah, perdagangan antara Eropa dan Asia melalui jalur darat (melalui Konstantinopel) menjadi terbatas, yang mengakibatkan, harga rempah-rempah di Eropa melambung naik menjadi sangat mahal, bahkan dikatakan semahal emas (gold). Padahal, orang Eropa sangat membutuhkan rempah-rempah layaknya kebutuhan primer. Iklim Eropa yang dingin menyebabkan bangsa Eropa sangat membutuhkan rempah–rempah untuk menghangatkan tubuh dan mengawetkan makanan. Karena kebutuhan ekonomi yang harus dipenuhi itulah, perjalanan ke wilayah dunia bagian timur untuk menemukan ladang rempah–rempah yang berharga seperti emas, perlu segera dilakukan. Hal ini memaksa bangsa Eropa mencari jalur alternatif untuk perdagangan rempah–rempah, sutra, dan barang–barang mewah lainnya yang berasal dari Timur.

 

Jadi, kejatuhan Konstantinopel mempercepat pencarian jalur laut baru ke Asia, yang akhirnya mengarah pada penjelajahan besar-besaran oleh bangsa Eropa  ke wilayah Timur dan Afrika. Ini adalah salah satu faktor yang mempercepat ekspansi kolonialisme dan imperialisme, meskipun tidak menjadi penyebab tunggal.

 

JIKA KONSTANTINOPEL TIDAK DIKUASAI OLEH KESULTANAN TURKI UTSMANI?

Keadaan Kekaisaran Romawi Timur di Bizantium saat itu sedang dalam kondisi tidak baik-baik saja, bisa saja Konstantinopel akan jatuh ke tangan negara lain, misalnya negara Eropa seperti Venesia atau Genoa, kemungkinan besar jalur perdagangan yang menghubungkan Eropa dan Asia tetap akan ada. Namun, ini tidak menjamin bahwa kolonialisme dan imperialisme tidak akan terjadi.

 

Ada beberapa alasan mengapa kolonialisme dan imperialisme kemungkinan besar tetap akan berkembang, meski tidak secara langsung terkait dengan kejatuhan Konstantinopel:

 

 

1. Persaingan Eropa:

Negara-negara Eropa sudah sangat terlibat dalam persaingan untuk mendapatkan pengaruh global. Bahkan tanpa kejatuhan Konstantinopel, mereka akan tetap mencari cara untuk menguasai wilayah baru yang kaya akan sumber daya alam.

 

2. Pencarian Sumber Daya Baru:

Dengan kebutuhan yang semakin meningkat akan sumber daya untuk mendukung pertumbuhan industri, penjajahan terhadap wilayah Timur dan Afrika tetap akan menjadi pilihan bagi negara–negara Eropa.

 

JIKA KEKAISARANAN ROMAWI TIMUR DI BIZANTIUM TETAP EKSIS

Jika Bizantium dapat mereformasi dan mengelola stabilitas politiknya, kemungkinan besar Kekaisaran Romawi juga akan berekspansi wilayah untuk memperkuat pengaruh politik dan ekonominya.

 

Bizantium sudah mempunyai pengalaman panjang dalam perdagangan internasional di Laut Tengah, Laut Hitam, bahkan Samudra Hindia (lewat perantara). Jika mereka mengembangkan teknologi maritim, bukan mustahil mereka ikut serta dalam perebutan sumber daya dunia. Bisa jadi akan terjadi persaingan dan perebutan wilayah ekspansi kekuasaan antara Eropa Barat yang Katholik dan Eropa Timur yang dikuasai oleh Bizantium yang Kristen Ortodoks dalam penjelajahan dunia baru.

 

Bisa juga akan terjadi koalisi besar Eropa Barat dan Eropa Timur untuk ekspansi global untuk melawan pengaruh Kesultanan Turki Utsmaniyah, yang tentu akan mengubah situasi geopolitk dunia.

 

Bagaimana keadaan Nusantara jika situasi itu terjadi? Tetap saja akan menjadi tempat perebutan pengaruh dan kekuasaan, akan terhimpit oleh kekuatan–kekuatan besar dunia. Pelanduk mati terhimpit ditengah gajah yang bertikai.

 

FAKTOR LAIN YANG MENDORONG KOLONIALISME DAN IMPERIALISME

Jika Konstantinopel tidak jatuh ke tangan Utsmaniyah, masih ada sejumlah faktor lain yang dapat mendorong kolonialisme dan imperialisme, antara lain:

 

1. Persaingan Ekonomi dan Sumber Daya:

Sejak abad pertengahan, Eropa sudah mengalami pertumbuhan ekonomi yang pesat, terutama dengan berkembangnya perdagangan. Negara–negara Eropa mulai berkompetisi untuk mendapatkan sumber daya alam yang ada di wilayah Timur (seperti rempah-rempah, emas, perak, dll.).

 

 

2. Motivasi Keagamaan:

Selain faktor ekonomi, ada juga dorongan agama, terutama dari Gereja Katolik, untuk menyebarkan agama Kristen ke wilayah–wilayah non Kristen, seperti yang terlihat dalam misi penjelajahan.

 

3. Kemajuan Teknologi:

Peningkatan dalam teknologi navigasi, seperti penemuan kompas dan kemampuan pembuatan kapal yang lebih kuat, memungkinkan bangsa Eropa untuk mengeksplorasi dan menjelajah samudra yang lebih luas.

 

4. Kebutuhan Akan Wilayah Baru:

Eropa mulai mengalami keterbatasan ruang untuk ekspansi di benua mereka sendiri, sementara wilayah Timur (termasuk Afrika dan Asia) menawarkan potensi besar untuk ekspansi.

 

5. Perjanjian Tordesillas yang ditandatangani pada 7 Juni 1494:

Ada persaingan sengit antara Spanyol dan Portugal untuk menguasai wilayah perdagangan dan penjelajahan yang baru ditemukan. Paus Alexander VI mengeluarkan beberapa dekrit untuk menengahi perselisihan ini, dan akhirnya perjanjian Tordesillas lahir sebagai Solusi, yang kemudian Paus Alexander VI mencetuskan semboyan 3G (Gold, Glory, and God), yang kemudian mengubah arah petualangan bangsa Eropa ke dunia baru tidak semata-mata mencari keuntungan tetapi ingin menyebarkan agama Nasrani. Kemudian pembagian wilayah yang tertera pada perjanjian Tordesillas itu, membuat iri negara Eropa lainnya, yaitu: Inggris, Perancis, dan Belanda, yang kemudian ikut berekspansi.

 

KESIMPULAN

Jadi, kejatuhan Konstantinopel memang memberikan dorongan besar terhadap perkembangan kolonialisme Eropa, terutama karena mendorong pencarian jalur laut alternatif ke “dunia baru”. Namun, meskipun jika Konstantinopel tetap bertahan, berbagai faktor lain yang mendorong ekspansi Eropa ke wilayah “dunia baru” tetap akan ada, dan kemungkinan besar kolonialisme dan imperialisme tetap akan terjadi. Kejatuhan Konstantinopel hanya menjadi salah satu faktor terjadinya kolonilisme dan imperialisme di benua Asia, Afrika dan Amerika, bahkan juga benua Australia.

 

Dan coba renungkan, Daulah Islamiyah dan yang terakhir adalah Kesultanan Turki Utsmani, yang telah menguasai jalur perdagangan di timur dan barat selama berates–ratus tahun, dan menggunakan armada laut sampai ke wilayah di Afrika, Asia (India, Cina, termasuk Nusantara), dan Amerika (jauh sebelum kedatangan Columbus), juga ke Australia, mengapa tidak terjadi kolonialisme dan Imperialisme?