Keberanian Sejati

adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

08 September 2025

Manusia Raksasa: Mitos, Fakta, atau Realita?

 

Di internet, sering muncul klaim tentang penemuan “kerangka manusia raksasa”. Biasanya berupa foto kerangka berukuran sangat besar yang dikaitkan dengan manusia purba. Namun, hampir semua klaim tersebut terbukti rekayasa foto, hoaks, atau salah tafsir terhadap fosil hewan besar.

Hingga kini, tidak ada bukti ilmiah yang sahih bahwa manusia dengan tinggi belasan hingga puluhan meter pernah hidup di bumi.

 

1. Pandangan Ilmu Pengetahuan Modern

Menurut sains, manusia setinggi 10 meter atau lebih tidak mungkin ada secara biologis maupun biomekanis.

 

Mengapa tidak mungkin?

1.     Struktur tubuh manusia terbatas

·       Gravitasi bumi memberi tekanan berlebih pada tulang dan otot.

·       Semakin tinggi tubuh, semakin berat beban pada tulang belakang dan organ vital.

2.     Tidak ada fosil manusia raksasa

·       Hingga kini, lembaga resmi seperti Smithsonian atau National Geographic belum pernah memverifikasi temuan tersebut.

3.     Banyak klaim palsu

·       Foto hasil digital editing.

·       Fosil hewan besar yang keliru dianggap manusia.

 

Contoh nyata: Gigantisme dalam dunia medis

·       Robert Wadlow (1918–1940) adalah manusia tertinggi yang tercatat: 2,72 meter.

·       Ia menderita gigantisme akibat kelebihan hormon pertumbuhan.

·       Tinggi badannya membuatnya sulit berjalan dan menyebabkan komplikasi medis hingga meninggal muda.

 

KESIMPULAN SAINS: manusia bisa sangat tinggi, tetapi tetap ada batas. Tinggi lebih dari 3 meter saja sudah berisiko serius bagi kesehatan.

 

2. Kenapa Dinosaurus Bisa Raksasa?

Sering muncul pertanyaan: “Kalau dinosaurus bisa besar, kenapa manusia tidak?”

 

Perbedaan anatomi

·       Dinosaurus besar (sauropoda):

·       Postur horizontal, berat ditopang empat kaki.

·       Tulang berongga sehingga lebih ringan.

·       Sistem organ berbeda dengan manusia.

·       Manusia:

·       Postur vertikal, seluruh berat tubuh ditopang dua kaki.

·       Jantung harus memompa darah ke otak; makin tinggi tubuh, makin berat tugasnya.

 

Tubuh manusia tidak dirancang untuk ukuran raksasa.

 

Faktor lingkungan zaman purba

·       Oksigen lebih tinggi metabolisme lebih efisien.

·       Iklim berbeda mendukung tubuh besar.

·       Predator alami ukuran besar jadi strategi bertahan hidup.

 

Jadi, dinosaurus besar bukan karena tubuhnya ajaib, tetapi karena lingkungan mendukung.

 

3. Pandangan Agama: Tinggi Nabi Adam

Dalam hadis sahih (Bukhari & Muslim) disebutkan: "Allah menciptakan Adam dengan tinggi 60 hasta (±27 meter)."

 

Ada dua cara memahami hadis ini:

A. Tafsir literal

·       Nabi Adam benar-benar setinggi ±27 meter.

·       Ini bagian dari mukjizat penciptaan.

·       Tidak perlu dibuktikan sains, karena termasuk perkara ghaib.

B. Tafsir simbolik

·       “60 hasta” dipahami sebagai simbol keagungan, bukan ukuran fisik.

·       Dalam bahasa Arab klasik, angka sering digunakan secara kiasan.

 

4. Bagaimana dengan Hawa?

Tidak ada hadis sahih yang menyebutkan tinggi Hawa. Sebagian ulama berpendapat tinggi Hawa sepadan dengan Adam, tapi fokus wahyu lebih pada fungsi penciptaan, bukan detail fisik.

 

5. Menyusutnya Tinggi Keturunan Adam

Beberapa ulama menyebut keturunan Adam awalnya menikah antar saudara kembar, lalu tinggi badan manusia menyusut seiring waktu.

 

Dari sudut pandang sains:

·       Perkawinan sedarah menurunkan keragaman genetik.

·       Namun jika gen awal kuat, efek buruk tidak langsung muncul.

·       Tinggi badan bisa beradaptasi dengan kondisi lingkungan.

 

6. Kritik terhadap Pandangan Sains

Ilmu pengetahuan menolak manusia raksasa dengan mengacu pada hukum fisika dan biologi masa kini. Namun, apakah hukum itu berlaku sama di zaman Nabi Adam?

 

7. Mungkinkah Bumi Zaman Adam Berbeda?

 

Dari sisi wahyu

Al-Qur’an menegaskan penciptaan Adam adalah perintah langsung Allah: "Sesungguhnya urusan-Nya apabila Dia menghendaki sesuatu, Dia hanya berkata kepadanya: ‘Jadilah!’ Maka jadilah ia." (QS. Yasin: 82)

 

Artinya, penciptaan Adam bisa saja melampaui hukum alam yang kita kenal sekarang.

 

Dari sisi geologi

Masa purba memang berbeda:

·       Tekanan atmosfer, komposisi udara, bahkan gravitasi mungkin tidak sama.

·       Namun, semua ini masih sebatas hipotesis ilmiah, bukan fakta pasti.

 

8. Batas Sains dalam Menjelaskan Ghaib

Sains tidak bisa menjelaskan:

·       Kapan tepatnya Adam hidup.

·       Dimana ia diturunkan.

·       Bagaimana tubuhnya diciptakan.

Karena:

·       Tidak ada fosil Adam.

·       Tidak ada jejak biologis yang bisa diteliti.

·       Adam diciptakan langsung oleh Allah, bukan hasil evolusi biasa.

 

Kesimpulan: Manusia Raksasa, Mitos atau Fakta?

·       Menurut keimanan: Nabi Adam benar-benar setinggi 60 hasta (±27 meter) sebagai mukjizat Allah.

·       Menurut sains: Belum ada bukti ilmiah yang mendukung keberadaan manusia raksasa.

 

Namun, penting dicatat: sains tidak menafikan, hanya belum bisa membuktikan. Dalam hal ghaib, iman lebih dulu daripada bukti fisik.

 

"Bukan berarti sains membantah adanya manusia raksasa seperti Nabi Adam, tetapi sains saat ini belum (dan mungkin tidak akan) memiliki kemampuan untuk mengakses, membuktikan, atau membantah kondisi pada masa itu secara mutlak."