Keberanian Sejati

adalah ketika kita melampaui batasan ruang dan waktu, menembus dimensi-dimensi yang tersembunyi — dari masa lalu yang membentuk akar kita, masa kini yang kita jalani, hingga masa depan yang penuh misteri dan harapan.

05 Agustus 2025

Khalifah Umar dan Budaknya

 

Umar bin Abdul Aziz (682–720 M) adalah khalifah ke-8 dari 14 khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinannya dianggap yang paling sukses di sepanjang kekhalifahan. Ia terkenal karena keadilan, kesederhanaan, dan ketakwaannya. Ia memerintah selama 2 tahun 5 bulan yakni dari tahun 717 hingga 720 M. Meskipun pemerintahannya berlangsung singkat, ia meninggalkan warisan besar dalam sejarah Islam. Bahkan, Umar bin Abdul Aziz sampai mendapatkan gelar Khalifah Rasyid yang ke -5, karena memerintah sesuai dengan sistem khulafaur rasyidin.

 

Umar bin Abdul Aziz lahir di Madinah pada selasa 26 Shafar 62 H / 4 November 682 M. Ayahnya bernama Abdul Aziz bin Marwan yang merupakan keturunan Bani Umayyah. Sedangkan ibunya adalah Ummu Ashim atau Laila yang merupakan cucu dari Umar bin Khattab.

 

Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Azis merasa kegerahan. Udara diluar sangat panas hingga keringatnya membasahi tubuhnya. Karena merasa lelah setelah seharian mengurusi urusan pemerintahan, ia memanggil budalnya.

 

"Kipasilah aku sampai aku tertidur."

 

Dengan setianya budak itu mengipasi tuannya sampai tertidur. Rupanya karena kelelahan, budak itu ikut tertidur disamping tuannya. Tuan dan budaknya, sama-sama tertidur.

 

Puas dengan tidurnya, Khalifat Umar terbangun dari tidur lelapnya. Dilihatnya budaknya juga ikut tertidur di dekatnya. Tapi budak itu tidak bisa tidur dengan lelap karena tubuhnya kegerahan seperti dirinya tadi. Ia merasa iba melihat budaknya. Diambillah kipas yang tergeletak didekatnya, bukan untuk mengipasi dirinya tetapi khalifah Umar bin Abdul Azis mengipasi tubuh budaknya sampai tertidur lelap.

 

Setelah tertidur lelap cukup lama, budak itu terbangun dan terkejut melihat tuannya sedang mengipasi dirinya.

 

"Maafkan aku tuan. Aku tidak sengaja tertidur saat mengipasi tuan," penuh ketakutan.

 

"Sudahlah, teruskan tidurmu. Kau juga manusia biasa seperti aku yang kegerahan. Aku ingin kau bisa tidur lelap seperti aku tadi yang tidur lelap setelah kau kipasi."