Khalifah Umar dan Budaknya
Umar bin Abdul Aziz (682–720 M) adalah khalifah
ke-8 dari 14 khalifah yang memimpin Bani Umayyah. Kepemimpinannya dianggap yang
paling sukses di sepanjang kekhalifahan. Ia terkenal karena keadilan,
kesederhanaan, dan ketakwaannya. Ia memerintah selama 2 tahun 5 bulan yakni
dari tahun 717 hingga 720 M. Meskipun pemerintahannya berlangsung singkat, ia
meninggalkan warisan besar dalam sejarah Islam. Bahkan, Umar bin Abdul Aziz
sampai mendapatkan gelar Khalifah Rasyid yang ke -5, karena memerintah sesuai
dengan sistem khulafaur rasyidin.
Umar bin Abdul Aziz lahir di Madinah pada selasa 26
Shafar 62 H / 4 November 682 M. Ayahnya bernama Abdul Aziz bin Marwan yang
merupakan keturunan Bani Umayyah. Sedangkan ibunya adalah Ummu Ashim atau Laila
yang merupakan cucu dari Umar bin Khattab.
Suatu hari Khalifah Umar bin Abdul Azis merasa kegerahan.
Udara diluar sangat panas hingga keringatnya membasahi tubuhnya. Karena merasa
lelah setelah seharian mengurusi urusan pemerintahan, ia memanggil budalnya.
"Kipasilah aku sampai aku tertidur."
Dengan setianya budak itu mengipasi tuannya sampai
tertidur. Rupanya karena kelelahan, budak itu ikut tertidur disamping tuannya.
Tuan dan budaknya, sama-sama tertidur.
Puas dengan tidurnya, Khalifat Umar terbangun dari tidur
lelapnya. Dilihatnya budaknya juga ikut tertidur di dekatnya. Tapi budak itu
tidak bisa tidur dengan lelap karena tubuhnya kegerahan seperti dirinya tadi.
Ia merasa iba melihat budaknya. Diambillah kipas yang tergeletak didekatnya,
bukan untuk mengipasi dirinya tetapi khalifah Umar bin Abdul Azis mengipasi
tubuh budaknya sampai tertidur lelap.
Setelah tertidur lelap cukup lama, budak itu terbangun
dan terkejut melihat tuannya sedang mengipasi dirinya.
"Maafkan aku tuan. Aku tidak sengaja tertidur saat
mengipasi tuan," penuh ketakutan.
"Sudahlah, teruskan tidurmu. Kau juga manusia biasa
seperti aku yang kegerahan. Aku ingin kau bisa tidur lelap seperti aku tadi
yang tidur lelap setelah kau kipasi."